Tahun Baru Hijriyah
Muharrom adalah bulan baru pada kalender hijriyah. Pada bulan muharrom ini menjadi momentum yang penting bagi umat islam diseluruh dunia. Mungkin sebagian dari kita banyak yang belum mengetahui apa itu kalender hijriyah dan apa saja yang biasa dilakukan oleh umat muslim untuk menyambut bulan muharom ini.
Pengertian tahun hijriyah
Tahun hijriyah adalah tahun yang diawali bulan muharom dan diakhiri dengan bulan dzulhijjah. Tahun hijriyah memiliki 12 bulan yang masing-masing bulan terdiri dari 29 atau 30 hari, untuk penanggalan tahun hijriyah berbeda dengan tahun masehi,tahun hijriyah dihitung berdasarkan pergerakan siklus bulan sedangkan masehi dihitung berdasarkan pergerakan bumi mengelilingi matahari.
Mengapa disebut tahun hijriyah?
Penetapan tahun hijiriyah tidak lepas dari peran sayyidina Umar bin Khottab r.a yang memprakarsainya yang kemudian disetujui oleh sayyidina Utsma bin Affan r.a dan sayyidina Ali bin Abi Tholib r.a
Tahun baru hijriyah merujuk pada peristiwa hijrahnya nabi Muhamad saw dari Makkah ke Madinah, tahun baru hijriyah ditetapkan setelah 17 tahun hijrahnya nabi muhammad saw dari Makkah ke Madinah
Apa saja yang dilakukan saat menyambut tahun baru hijriyah?
Dalam menyambut tahun baru hijriyah tidak lepas dari sebuah perayaan yang meriah,ada yang mengadakan makan-makan seperti makan jenang suro,ada yang mengadakan pawai atau juga pengajian akbar dalam rangka tahun baru hijriyah,selain itu juga dianjurkan untuk membaca doa awal tahun dan juga doa akhir taun, berikut doa awal tahun dan akhir tahun
Doa akhir tahun
dibaca sebelum magrib pada akhir bulan dzulhijjah
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini
yang termasuk Engkau larang-sementara aku belum sempat bertaubat,
perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Engkau mampu
menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Engkau perintahkan untuk taubat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku,
aku berharap Engkau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini serta
perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah Kau membuatku putus
asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
Doa awal tahun
dibaca ba'da magrib, karena penghitungan tahun hijriyah adalah setelah matahari terbenam
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi
wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal
‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin
nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ,
yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu
yang besar serta kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun
baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan
para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu untuk
mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku
memohon bimbingan supaya aktivitas sehari-hari mendekatkan diriku pada
rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Komentar
Posting Komentar