Malam yang sepi,suara jangkrik saling bersautan. Tak ada lagi risau tentang dirimu yang tak lagi ada disampingku,lepas semua dahaga rindu yang pernah kau tanam.meninggalkan khayalan semu setiap jalan.
"Aku takut kamu nantinya sama orang lain,padahal aku selalu ada untukmu". terbesit kata-katamu yang pernah kau utarakan sekian tahun lalu,kuharap dirimu masih ingat dengan itu. Masih ingatkah dirimu yang pernah takut kehilangan diriku dan akan terus berusaha untuk bisa hidup bersama? aku hanya berharap kau masih mengingat semua itu meski kau tak lagi hidup bersama diriku.
"Ton,kopinya sudah jadi nih" teriak Bowo yang sudah duduk didepan rumahnya menunggu Toni keluar dari kamar mandi.
"Kok lama banget Ton,kamu ngeluarin krikil atau apa sih?" ledek Bowo ketika Toni muncul dihadapannya.
"Gak tau Wo ni perut lagi panas banget"
"Hati kamu paling yang panas Ton?" sambil tertawa kecil meledek Toni yang belum lama ditinggal ceweknya
"Sudahlah Ton,yang pergi biarlah pergi,kamu pasti akan dapat ganti yang lebih baik dan yang jelas dia mau sama kamu Ton" dengan gaya bijak Bowo menceramahi Toni yang sedang menyeruput kopinya.
"Ibarat kopi yang kita minum ini Ton,yang kamu minum cuma air kopi bukan ampas kopinya,begitu juga dengan dirimu Ton" tambah Bowo yang makin bijak
"Bisa aja kamu Wo?"

Komentar
Posting Komentar