Salah satu kabupaten terbesar di provinsi Jawa Tengah adalah kabupaten Cilacap ,kabupaten yang berbatasan dengan Jawa Barat dan dengan samudra Hindia dibagian selatan. Selain menjadi kabupaten tebesar di Jawa Tengah, kabupaten Cilacap juga memiliki asal-usul yang menarik untuk diketahui.
Asal-usul nama Cilacap
Cilacap berasal dari dua suku kata yaitu ci dalam bahasa sunda berarti air dan tlatjap dalam bahasa jawa artinya tanah yang menjorok kelaut. Namun, dilansir dari wikipedia.org cilacap bukan berasal dari penggabungan ci dan lacap,melainkan berhubungan dengan mata bajak. Pada masa kerajaan, tlajap digunakan untuk titik-titik yang dikenal pada patrun beberapa stasi payung serta kepala kain batik dan juga sarung. Selain hal tersebut kata lacap juga mempunyai arti lancip dalam bahasa jaa juga sama artinya dengan congot yaitu tanah yang menjorok kelaut.
Sejarah Cilacap
1.Zaman kerajaan jawa
Pada zaman kerajaan Majapahit ahir(1294-1478) daerah yang menjadi cikal-bakal Cilacap terbagi menjadi beberapa wilayah kerajaan Majapahit, Kerajaan Pakuan Pajajaran dan Adipati Pasir Luhur. Untuk wilayah-wilayah tersebut membentang dari timur ke barat.
Menurut Husein Djayadiningrat,pada tahun 1579 Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran diserang kerajaan islam Banten dan Cirebon.sehingga wilayah bagian timur kerajaan pajajaran diserahkan pada kerajaan cirebon.sejak saat itu wilayah yang menjadi cikal-bakal Cilacap disebelah timur menjadi kekuassaan Kerajaan Islam Pajang dan wilayah barat diserahkan pada Kerajaan Cirebon.
Pada tahun 1587-1755 panembahan senopati mendirikan kerajaan mataram islam yang sebalumnya adalah kerajaan pajang.maka wilayah cikal-bakal Cilacap yang semula dikuasai Kerajaan Pajang deserahkan Kerajaan Mataram.
2.Zaman Belanda
Cilacap terbentuk setelah bergabungnya regentschap Dayeuhluhur dan distrik adiraja menjadi Onder Regentschap Cilacap yang menjadi karsidenan banyumas sejak tanggal 22 Agustus 1831 dengan mengangkat residen bernama G.De.Seriere untuk mendampingi para bupati serta mengkat Raden Tumenggung Tjakranegara III sebagai bupati serta dihapuskanya Kadipaten Dayeuhluhur serta mulai membuka wilayah seluas-luasnya pada para pendatang.
Komentar
Posting Komentar