"nah kan, aku sudah pernah bilang sama kamu tentang semua itu, tapi apa...!kau tak pernah ngerti apa yang ku harapkan darimu yang ada hanya rasa menyalahkan dan dirimu merasa disalahkan" Amad sedikit menggertak Alfi yang makin keras kepala karena rasa kecewa yang dia dapat dari Amad
Jam terus perputar, mentari pun terus berjalan hari-hari makin terasa cepat berlalu hubungan Amad dan Alfi belum juga bisa berdamai satu sama lain. Ya,hampir sebulan ini mereka hanya bertengkar yang satu merasa benar dengan apa yang dia lakukan dan yang satunya pun merasa disalahkan dengan semua pernyataan yang diutarakan.
2x24 jam sudah berlalu, Amad mencoba menghubugi Alfi untuk mencoba meredakan dan menjelaskan semua pertengkaran mereka berdua.Namun, Alfi masih saja menutup dirinya untuk tidak berkomunikasi dengan Amad.
"sampai kapan ini akan terjadi?"benak Amad selalu berkata seperti itu.
Hari berganti dengan hari Amad masih beraktifitas seperti biasa,hanya saja pikirannya masih tertuju pada Alfi. Pekerjaannya sedikit terkendala karena pertengkaran yang telah Amad lalui
"Mad, kamu kenapa?" teman Amad bertanya penasaran karena sudah beberapa hari ini Amad sedikit berbeda, ditanya pun kadang tak nyambung.
"Gak apa-apa kok mbak, mungkin cuma kurang tidur" jelas Amad sambil cengengesan menutupi apa yang terjadi.
Hari semakin sore Amad merasa sudah sangat penat ditempat tinggalnya dan memutuskan untuk bermain kekosan teman yang tidak jauh dari tempat tinggalnya kurang lebih bisa ditempuh 15 menit pake sepeda motor. Seperti biasa Amad berangkat menggunakan ojol karena Amad tidak membawa kendaraan ketempat kerjanya. Walaupun ditempat temannya hanya rerbahan setidaknya ada seseorang yang bisa diajak ngobrol dan ganti suasana yang setiap harinya hanya itu dan itu saja.
Malam ini malam yang begitu damai bagi Amad karena merasa ada disebuah tempat yang berbeda meski pikirannya masih terasa tak karuan karena pertengkarannya dengan Alfi yang masih belum kelar. Amad masih menunggu kabar dari Alfi yang sudah lama tak berkomunikasi.
truuut..truuut..
tiba-tiba hp Amad berbunyi, ternyata ada pesan whatsapp atas nama Alfi yang telah lama Amad tunggu,Amad pun langsung membuka pesan itu
"Maaf mas Amad,sepertinya hubungan kita sampai disini,aku meraskan banyak yang tidak baik, dari pada kita sama-sama memendam rasa yang gak enak ini juga aku tidak langsung ambil keputusan sudah aku pertimbangkan dengan berbagai hal"
"Ya udah kalo itu keputusanmu aku terima semuanya,maaf ya."
Mendapat kabar itu Amad hanya terdiam menangkan diri. Namun, apa boleh buat semua sudah menjadi keputusan dari Alfi
Komentar
Posting Komentar