Matahari sudah bangun, perlahan menampakkan kegagahannya. Berjalan perlahan menapaki kesunyian malam yang mulai mereda,embun dingin pagi terasa mulai hilang bertanda aktifitas harian harus segera dikerjakan.
"hai,selamat pagi",menyapa seorang yang entah siapa tanpa dikenal dengan nada pelan. Kujawab seadanya dengan pelan karena diriku begitu ragu apakah menyapa diriku atau menyapa kerinduanku yang telah lama terpendam.
Berlalu sudah dengan embun, kini terasa begitu hangat tersentuh rona mentari yang bersinar. Hijau daun mulai terlihat menguning masih masih harus menunggu beberapa bulan untuk memanen. Padi-padi mulai menundukkan kepalanya bertanda isi sudah terasa penuh. Berbedaa dengan kita para manusia yang kepalanya semakin penuh makin meninggi diri kita.
"weeh,geneng sepi yah"(wah,kok sepi yah)gumamku dalam diam. Sambil berjalan yang hampir 10 menit dari rumah.
"oiya yah,siki kan tanggal abang,pantesan sawahe sepi"(oiya,sekarangkan tanggal merah,pentesan saja sawahnya sepi)
Komentar
Posting Komentar